Girls Talk
Dulu gue suka nulis cerita romance teen. Dengan kisah-kisah yang biasa banget. Seperti cinta segitiga, atau pandangan pertama. Bahkan pernah kebawa perasaan akibat apa yang aku tulis itu sama dengan apa yang ku rasakan.
Nah, semakin kesini, gue nggak mampu buat story yang kayak gitu lagi. Apa mungkin ini faktor usia? Bukan deh. Karena diluar sana ada penulis yang lebih tua umurnya bisa nulis romance teen. Sementara gue kehilangan feeling sama karya itu.
Memang gue masih buat cerita romance, tapi itu dibumbui dengan berbagai konflik. Dan untuk membuatnya gue memerlukan proteksi diri. Maksudnya gue harus fokus dengan kisah gue. Nggak bisa gue nulis cerita yang banyak dengan genre yang berbeda pula.
Makanya gue mau belajar nulis dengan berbagai macam genre. Seperti tulisannya Tere Liye, Rick Riordan, dan Dee Lestari. Tere Liye yang berhasil membawa pembaca masuk ke dalam dunia religius. Kemudian Rick Riordan berhasil menceritakan dewa-dewi serta para pahlawan Yunani serta Romawi dengan menggunakan setting masa kini. Dan Dee Lestari yang membuat pembacanya larut dalam pertayaan-pertanyaan yang terselubung di karya masterpiecenya.
Nah, semakin kesini, gue nggak mampu buat story yang kayak gitu lagi. Apa mungkin ini faktor usia? Bukan deh. Karena diluar sana ada penulis yang lebih tua umurnya bisa nulis romance teen. Sementara gue kehilangan feeling sama karya itu.
Memang gue masih buat cerita romance, tapi itu dibumbui dengan berbagai konflik. Dan untuk membuatnya gue memerlukan proteksi diri. Maksudnya gue harus fokus dengan kisah gue. Nggak bisa gue nulis cerita yang banyak dengan genre yang berbeda pula.
Makanya gue mau belajar nulis dengan berbagai macam genre. Seperti tulisannya Tere Liye, Rick Riordan, dan Dee Lestari. Tere Liye yang berhasil membawa pembaca masuk ke dalam dunia religius. Kemudian Rick Riordan berhasil menceritakan dewa-dewi serta para pahlawan Yunani serta Romawi dengan menggunakan setting masa kini. Dan Dee Lestari yang membuat pembacanya larut dalam pertayaan-pertanyaan yang terselubung di karya masterpiecenya.

Komentar
Posting Komentar